Mereka itu adalah golongan kanan. Penetapan bahwa orang yang menempuh jalan mendaki (beriman dan beramal) adalah penghuni Surga.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Ulaa-ika ashhaabul maimanah" (golongan kanan) merujuk pada **penghuni Surga** yang menerima catatan amal dengan tangan kanan. Ath-Thabari menerangkan bahwa mereka adalah orang yang beruntung dan dimuliakan oleh Allah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa menjadi golongan kanan adalah balasan atas perjuangan menempuh jalan mendaki. Al-Baidhawi menguraikan bahwa gelar ini adalah puncak dari amal kebaikan yang mereka lakukan. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah janji pasti bagi orang yang menyeimbangkan iman dan amal sosial. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan golongan kanan sebagai representasi kemenangan jiwa yang suci.