IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Takwir Ayat 3

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Takwir Ayat 3

3 Surah At-Takwir Ayat 3 ⬇️
وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ
📘 Cara Baca:
wa iżal-jibālu suyyirat
Arti Terjemahan Indonesia:
dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan apabila
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf dan Isim Syarat
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf.
Akar Kata: و - إ ذ ا
إذا
apabila
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān (Syarat)
Kedudukan: Ẓarf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Keterangan waktu/syarat. Muḍāf.
Akar Kata: إ ذ ا
الجبال
gunung-gunung
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Nā'ibul Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Nā'ibul Fā'il dari Fi'il yang dihapus (سيرت).
Akar Kata: ج ب ل
سيرت
dijalankan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi Majhūl
Kedudukan: Tafsīr (Penjelasan)
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Tā' (تْ) Tā'u Ta'nīts. Jumlah Tafsīrīyah.
Akar Kata: س ي ر
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Muqābalah
Ayat ini adalah *Muqābalah* (kontras) dengan Ayat 1-2: Kehancuran alam atas (langit) diikuti oleh kehancuran alam bawah (bumi) melalui **الْجِبَالُ سُيِّرَتْ (al-jibālu suyyirat/gunung-gunung dihancurkan/dijalankan).**
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan apabila gunung-gunung dihancurkan.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa idzāl-jibālu suyyirat" berarti **gunung-gunung dihancurkan** (*suyyirat*), yaitu dicabut dari tempatnya dan dijalankan hingga hancur seperti debu. Ibnu Katsir menerangkan bahwa gunung-gunung akan menjadi seperti tumpukan pasir yang berterbangan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa gunung, yang paling kokoh, pun tidak dapat bertahan dari Hari Kiamat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa *suyyirat* berarti digerakkan dari tempatnya. Al-Alusi menekankan bahwa tidak ada lagi pijakan yang stabil di bumi. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan dihancurkannya gunung sebagai lenyapnya patokan dan batas-batas bumi.