Dan apabila gunung-gunung dihancurkan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa idzāl-jibālu suyyirat" berarti **gunung-gunung dihancurkan** (*suyyirat*), yaitu dicabut dari tempatnya dan dijalankan hingga hancur seperti debu. Ibnu Katsir menerangkan bahwa gunung-gunung akan menjadi seperti tumpukan pasir yang berterbangan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa gunung, yang paling kokoh, pun tidak dapat bertahan dari Hari Kiamat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa *suyyirat* berarti digerakkan dari tempatnya. Al-Alusi menekankan bahwa tidak ada lagi pijakan yang stabil di bumi. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan dihancurkannya gunung sebagai lenyapnya patokan dan batas-batas bumi.