IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Takwir Ayat 4

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Takwir Ayat 4

4 Surah At-Takwir Ayat 4 ⬇️
وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْۖ
📘 Cara Baca:
wa iżal-'isyāru 'uṭṭilat
Arti Terjemahan Indonesia:
dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan apabila
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf dan Isim Syarat
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf.
Akar Kata: و - إ ذ ا
إذا
apabila
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān (Syarat)
Kedudukan: Ẓarf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Keterangan waktu/syarat. Muḍāf.
Akar Kata: إ ذ ا
العشار
unta-unta bunting
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Nā'ibul Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Nā'ibul Fā'il dari Fi'il yang dihapus (عطلت).
Akar Kata: ع ش ر
عطلت
ditinggalkan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi Majhūl
Kedudukan: Tafsīr (Penjelasan)
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Tā' (تْ) Tā'u Ta'nīts. Jumlah Tafsīrīyah.
Akar Kata: ع ط ل
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Bayan - Kinayah
Unta bunting (**الْعِشَارُ / al-ʻisyāru**) adalah harta yang paling berharga bagi bangsa Arab. Tindakan **عُطِّلَتْ (ʻuṭṭilat/ditinggalkan)** adalah *Kinayah* tentang kepanikan ekstrem pada hari itu, di mana manusia mengabaikan harta paling berharga mereka.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan).

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa idzāl-’isyāru ‘uṭṭilat" berarti **unta-unta yang bunting** (*al-’isyār*) **ditinggalkan** (*‘uṭṭilat*) tanpa dipedulikan. Ath-Thabari menerangkan bahwa unta bunting adalah harta paling berharga bagi orang Arab, dan meninggalkannya menunjukkan kepanikan besar Hari Kiamat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa manusia akan disibukkan oleh kengerian Kiamat sehingga lupa harta. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah perumpamaan ekstrem dari kepanikan universal. Al-Alusi menekankan bahwa nilai harta akan lenyap. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ayat ini sebagai deskripsi kengerian yang membuat manusia melupakan naluri terkuatnya.