Dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan).
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa idzāl-’isyāru ‘uṭṭilat" berarti **unta-unta yang bunting** (*al-’isyār*) **ditinggalkan** (*‘uṭṭilat*) tanpa dipedulikan. Ath-Thabari menerangkan bahwa unta bunting adalah harta paling berharga bagi orang Arab, dan meninggalkannya menunjukkan kepanikan besar Hari Kiamat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa manusia akan disibukkan oleh kengerian Kiamat sehingga lupa harta. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah perumpamaan ekstrem dari kepanikan universal. Al-Alusi menekankan bahwa nilai harta akan lenyap. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ayat ini sebagai deskripsi kengerian yang membuat manusia melupakan naluri terkuatnya.