IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Naba Ayat 29

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Naba Ayat 29

29 Surah An-Naba Ayat 29 ⬇️
وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ كِتٰبًاۙ
📘 Cara Baca:
wa kulla syai`in aḥṣaināhu kitābā
Arti Terjemahan Indonesia:
Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia).
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
وكل
Dan segala sesuatu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Maf'ūl Bih Muqaddam
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf. Maf'ūl Bih Muqaddam dari أَحْصَيْنَٰهُ.
Akar Kata: ك ل ل
شيء
sesuatu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari وَكُلَّ.
Akar Kata: ش ي أ
احصيناه
Kami telah mencatatnya
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Māḍi
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Nā' (نَا) Fā'il. Hā' (هُ) Maf'ūl Bih.
Akar Kata: ح ص ي - ن ا - ه و
كتابا
dalam sebuah kitab
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Ḥāl
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Ḥāl (Keadaan).
Akar Kata: ك ت ب
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taʻmīm dan Taukīd
Pernyataan **وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ (Wa kulla syai`in aḥṣaināhu/Dan segala sesuatu telah Kami catat)** adalah *Taʻmīm* (generalisasi) yang mencakup seluruh perbuatan. *Taukīd* melalui *Maṣdar* (**كِتَابًا / kitābā**) menjamin ketelitian catatan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (catatan amal).

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa kulla syai’in aḥṣaināhu kitābā" adalah penegasan bahwa **Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab** (*kitābā*), yaitu *Lauhul Mahfuzh* dan catatan amal malaikat. Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah mencatat segala amal besar dan kecil. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *aḥṣaināhu* berarti Kami hitung dan catat secara rinci. Al-Baidhawi menguraikan bahwa catatan ini adalah bukti yang tidak dapat dibantah di Hari Perhitungan. Al-Alusi menekankan bahwa tidak ada satu pun perbuatan yang luput. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *kitābā* sebagai sistem pencatatan yang sempurna dan abadi.