IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Naba Ayat 28

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Naba Ayat 28

28 Surah An-Naba Ayat 28 ⬇️
وَّكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًاۗ
📘 Cara Baca:
wa każżabụ bi`āyātinā kiżżābā
Arti Terjemahan Indonesia:
Dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
وكذبوا
Dan mereka mendustakan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Dhommah
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf. Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: ك ذ ب
بآياتنا
ayat-ayat Kami
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Mu'annats Sālim
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Bā' (ب) Jarr. Nā' (نَا) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: أ ي ي - ن ا
كذابا
dengan sesungguhnya
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar (Mubālaghah)
Kedudukan: Maf'ūl Mutlaq (menjelaskan jenis)
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Maf'ūl Mutlaq.
Akar Kata: ك ذ ب
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Isim • بِآيَاتِنَا • Shorof
بِآيَاتِنَا berasal dari akar kata أ و ي. Bentuk aslinya adalah آوَايَاتِنَا, merupakan Isim Ajwaf Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf wāw (و) di tengah kata diubah menjadi alif (ا) karena berharakat dan didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taukīd dan Mubālaghah
Penggunaan *Maṣdar* (**كِذَّابًا / kidzdzābā**) adalah *Taukīd* dan *Mubālaghah* (hiperbola) yang menunjukkan totalitas pendustaan mereka terhadap ayat-ayat Allah.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sedusta-dustanya.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa kadzdzabū bi’āyātinā kidzdzābā" berarti **Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sedusta-dustanya** (*kidzdzābā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *kidzdzābā* adalah penekanan pada kedustaan yang besar dan berulang-ulang. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *āyātinā* mencakup mukjizat dan tanda-tanda kebesaran Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kedustaan yang besar ini pantas mendapat azab yang besar. Al-Alusi menekankan bahwa mereka menolak Al-Qur'an dan risalah Nabi ﷺ. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *kidzdzābā* sebagai pengingkaran yang total dan aktif.