IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Naba Ayat 27

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Naba Ayat 27

27 Surah An-Naba Ayat 27 ⬇️
اِنَّهُمْ كَانُوْا لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًاۙ
📘 Cara Baca:
innahum kānụ lā yarjụna ḥisābā
Arti Terjemahan Indonesia:
Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
انهم
Sesungguhnya mereka
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Taukīd wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Inna (إِنَّ) dan Hum (هُمْ) Isim Inna.
Akar Kata: أ ن ن - ه م
كانوا
adalah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi Nāqiṣ
Kedudukan: Khobar إِنَّ
I'rab & Tanda: Mabni atas Dhommah
Penjelasan: Wāwu (و) Isim Kāna.
Akar Kata: ك و ن
لا
tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Nafy.
Akar Kata: ل ا
يرجون
mengharap
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Khobar كَانُوا
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Nūn
Penjelasan: Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: ر ج و
حسابا
hisab
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari يَرْجُونَ.
Akar Kata: ح س ب
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taʻlīl dan Taukīd
Ayat ini adalah *Taʻlīl* (penyebaban) mengapa balasan itu setimpal. *Taukīd* (**إِنَّهُمْ**) menjamin bahwa akar dosa mereka adalah **tidak mengharapkan perhitungan (ḥisābā).**
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sesungguhnya mereka dahulu tidak mengharapkan perhitungan.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Innahum kānū lā yarjūna ḥisābā" adalah alasan azab mereka: **Sesungguhnya mereka dahulu tidak mengharapkan perhitungan** (*ḥisābā*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa mereka tidak percaya akan adanya Hari Pembalasan dan tidak beramal karenanya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa tidak mengharapkan hisab adalah ciri utama kekufuran. Al-Baidhawi menguraikan bahwa penolakan mereka terhadap hisab membuat mereka berani berbuat dosa. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah kesalahan fatal yang mereka lakukan di dunia. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *lā yarjūna ḥisābā* sebagai sikap hidup tanpa tanggung jawab spiritual.