IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-'Alaq Ayat 7

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-'Alaq Ayat 7

7 Surah Al-'Alaq Ayat 7 ⬇️
اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ
📘 Cara Baca:
ar ra`āhustagnā
Arti Terjemahan Indonesia:
apabila melihat dirinya serba cukup.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ان
karena
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Maṣdarī wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf yang menashabkan Fi'il Muḍāri'.
Akar Kata: أ ن ن
رآه
ia melihat dirinya
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Māḍi
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Fi'il Māḍi. Hā' (هُ) Maf'ūl Bih.
Akar Kata: ر أ ي - ه و
استغنى
telah kaya
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Maf'ūl Bih Kedua
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah Muqaddarah
Penjelasan: Maf'ūl Bih kedua dari رَّءَاهُ.
Akar Kata: غ ن ي
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
أَنْ رَآهُ (Karena dia melihat dirinya)
Kalimat: Maṣdar Mu'awwal [Kata Dasar yang Ditakwilkan] - Maf'ūl Li Ajlih [Objek Tujuan] dari Yaṭghā.
Tipe Analisis: Kata
اسْتَغْنَىٰ (Serba cukup)
Frasa: Fi'il Māḍī [Kata Kerja Lampau] - Maf'ūl Thānī [Objek Kedua] dari Ra'ā [dalam arti mengetahui].
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • رَّآهُ • Shorof
رَّآهُ berasal dari akar kata ر أ ى. Bentuk aslinya adalah رَأَيَهُ, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf yā' (ي) di akhir kata diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
Fiil • اسْتَغْنَى • Shorof
اسْتَغْنَى berasal dari akar kata غ ن ي. Bentuk aslinya adalah اسْتَغْنَيَ, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf yā' (ي) di akhir kata diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Ta'līl
Ayat ini adalah *Ta'līl* (penyebaban) bagi perilaku melampaui batas (Ayat 6): penyebabnya adalah **أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى (an ra'āhustaghnā/melihat dirinya serba cukup)**, yang merupakan akar kesombongan, yaitu merasa tidak butuh kepada Allah.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Karena dia melihat dirinya serba cukup. Kesombongan dan *thughyan* itu disebabkan oleh ilusi kekayaan atau kekuatan diri.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa penyebab *thughyan* adalah anggapan bahwa dirinya kaya, berkuasa, atau tidak membutuhkan Allah ("an ra'aahu staghnaa"). Ibnu Katsir menerangkan bahwa ini adalah penyakit hati yang menyebabkan seseorang menolak kebenaran. Al-Qurthubi menambahkan bahwa "cukup" di sini bisa berarti cukup dengan harta, jabatan, atau kekuatan fisik. Al-Alusi menguraikan bahwa ini adalah tipuan Iblis yang menjadikan manusia sombong dengan nikmat yang ia miliki. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ini sebagai bahaya ilmu yang tidak dibarengi iman, sehingga membuat manusia merasa mampu tanpa Tuhan.