IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-'Alaq Ayat 6

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-'Alaq Ayat 6

6 Surah Al-'Alaq Ayat 6 ⬇️
كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ ۙ
📘 Cara Baca:
kallā innal-insāna layaṭgā
Arti Terjemahan Indonesia:
Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
كلا
Sekali-kali tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Radd wa Zajar
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Penolakan dan Pencegahan.
Akar Kata: ك ل ل
ان
sesungguhnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Taukīd wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf penegas.
Akar Kata: أ ن ن
الانسان
manusia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat, Mudzakkar
Kedudukan: Isim Anna
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Isim dari إِنَّ.
Akar Kata: أ ن س
ل
benar-benar melampaui batas
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Lām al-Muzahlaqah
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Lām Taukīd.
Akar Kata: ل
يطغى
melampaui batas
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Khobar Anna
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah Muqaddarah
Penjelasan: Khobar dari إِنَّ.
Akar Kata: ط غ ي
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kata
كَلَّا (Sekali-kali tidak)
Frasa: Harf Zajar [Kata Pencegah] - Kata untuk mencegah atau menahan.
Tipe Analisis: Frasa
إِنَّ الْإِنْسَانَ (Sesungguhnya manusia)
Frasa: Inna [Penegasan] + Ism - Ismu Inna [Subjek Inna].
Tipe Analisis: Kalimat
لَيَطْغَىٰ (Benar-benar melampaui batas)
Kalimat: Lām Muzḥalaqah [Lām Penegas] + Jumlah Fi'liyyah - Khobar Inna [Predikat Inna] [berbentuk Jumlah Fi'liyyah].
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • لَيَطْغَى • Shorof
لَيَطْغَى berasal dari akar kata ط غ ي. Bentuk aslinya adalah لَيَطْغَيُ, merupakan Fiil Naqish Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Iskān dan Ibdāl: Huruf yā' (ي) disukunkan (Iskān) lalu diubah menjadi alif (ا) karena didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Radʻun wa Zajar
Kata **كَلَّا (Kallā/Sekali-kali tidak!)** adalah *Radʻun wa Zajar* (penolakan tegas dan hardikan) terhadap kesombongan yang muncul karena merasa sudah memiliki ilmu atau kekayaan.
Ma'ani - Taukīd Tsulātsī
Mengandung tiga *Taukīd*: **إِنَّ (Inna)**, **الْ (Al-)** pada kata **الْإِنْسَانَ**, dan **لَ (La)** pada **لَيَطْغَى**. Penegasan triple ini memastikan bahwa sifat asal manusia cenderung melampaui batas (*yaṭghā*).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Transisi dari pujian ilmu ke celaan sifat sombong manusia yang melupakan asal-usulnya.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Kallaa innal insaana layatghaa" adalah peringatan keras bahwa manusia cenderung melampaui batas (berbuat zalim atau sombong). Ath-Thabari menerangkan bahwa sifat *thughyan* (melampaui batas) ini muncul ketika manusia merasa dirinya cukup. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ayat ini ditujukan secara spesifik kepada **Abu Jahal** yang menentang Nabi Muhammad ?. Al-Baidhawi menguraikan bahwa perasaan cukup ini membuat manusia lupa kepada Penciptanya. Sayyid Quthb menekankan bahwa melampaui batas adalah konsekuensi alami dari lupa terhadap ketergantungan kepada Allah.