Serta membenarkan (adanya) balasan yang terbaik. Penegasan bahwa amal baik mereka didorong oleh keimanan pada Hari Akhir.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "wa shaddaqa bil husnaa" (membenarkan balasan yang terbaik) merujuk pada keimanan yang kuat terhadap **Surga** dan janji-janji Allah. Ath-Thabari menerangkan bahwa orang ini membenarkan bahwa balasan yang paling baik adalah dari Allah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa "al-husnaa" adalah janji Allah berupa Surga yang kekal. Al-Baidhawi menguraikan bahwa amal lahiriah (memberi) dan amal batiniah (takwa) disempurnakan dengan keimanan (membenarkan). Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menekankan bahwa amal tanpa keimanan pada Hari Pembalasan akan sia-sia. Al-Alusi menyimpulkan bahwa membenarkan janji adalah bukti keyakinan yang sempurna.