IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Lail Ayat 4

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Lail Ayat 4

4 Surah Al-Lail Ayat 4 ⬇️
اِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتّٰىۗ
📘 Cara Baca:
inna sa'yakum lasyattā
Arti Terjemahan Indonesia:
sungguh, usahamu memang beraneka macam.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ان
sesungguhnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Taukīd wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf Taukīd (Jawaban Sumpah).
Akar Kata: أ ن ن
سعيكم
usaha kalian
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Isim Anna
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Isim dari إِنَّ. Kāf (كُمْ) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: س ع ي - ك م
ل
benar-benar
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Lām al-Muzahlaqah
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Lām Taukīd.
Akar Kata: ل
شتى
berbeda-beda
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak
Kedudukan: Khobar Anna
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah Muqaddarah
Penjelasan: Khobar dari إِنَّ.
Akar Kata: ش ت ت
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ (Sesungguhnya usaha kamu memang beraneka macam)
Kalimat: Harf Tawkil wa Naṣb [Huruf Penegas dan Penashab] + Ism Inna [Subjek Inna] + Lām Muzḥalaqah [Lām Penegas] + Ism - Jawāb al-Qasam [Jawaban Sumpah]. Lasyattā adalah Khobar Inna [Predikat Inna].
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Jawāb al-Qasam wa Taukīd
Ayat ini adalah *Jawāb al-Qasam* (jawaban sumpah) dari tiga sumpah sebelumnya. Penggunaan *Taukīd* yang berlapis (**إِنَّ** dan **لَ**) menjamin kebenaran bahwa usaha manusia (**سَعْيَكُمْ**) pasti **شَتَّى (syattā/beraneka ragam)**.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sesungguhnya usaha kamu memang berlainan. Jawaban sumpah yang menyatakan bahwa perbuatan dan tujuan hidup manusia itu berbeda-beda, terbagi menjadi dua jalan utama.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Inna sa'yakum lasyattaa" adalah **jawaban sumpah** yang menegaskan bahwa usaha, amal, dan tujuan hidup manusia itu **beraneka ragam** dan berbeda. Ath-Thabari menerangkan bahwa perbedaan ini mengarah pada dua kelompok utama: kelompok yang mencari kebaikan (surga) dan kelompok yang mencari keburukan (neraka). Al-Qurthubi menambahkan bahwa "syattaa" berarti terbagi, menunjukkan bahwa manusia memiliki pilihan yang berbeda dalam hidup. Al-Baidhawi menguraikan bahwa perbedaan amal ini akan menentukan perbedaan balasan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menekankan bahwa setiap orang berusaha sesuai dengan keyakinan dan orientasi hidupnya. Sayyid Quthb menafsirkan bahwa perbedaan ini adalah konsekuensi dari kehendak bebas manusia.