Dan demi penciptaan laki-laki dan perempuan. Sumpah dengan penciptaan pasangan manusia sebagai bukti kekuasaan Allah dan dualisme kehidupan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wamaa khalaqadz dzakara wal untsaa" adalah sumpah dengan penciptaan **pasangan laki-laki dan perempuan**, yang merupakan dasar dari keberlangsungan hidup manusia. Ibnu Katsir menerangkan bahwa sumpah ini merujuk pada keajaiban penciptaan manusia dari dua jenis yang berbeda. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah penegasan atas sunatullah yang menciptakan segala sesuatu berpasangan (dzakar wa untsa). Al-Baidhawi menguraikan bahwa sumpah dengan dualisme waktu dan dualisme jenis kelamin adalah fondasi untuk menegaskan dualisme perbuatan manusia. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang harus direnungi. Sayyid Quthb menafsirkan bahwa dualisme penciptaan ini menjadi dasar bagi dualisme jalan yang akan ditempuh manusia.