IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Lail Ayat 10

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Lail Ayat 10

10 Surah Al-Lail Ayat 10 ⬇️
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰىۗ
📘 Cara Baca:
fa sanuyassiruhụ lil-'usrā
Arti Terjemahan Indonesia:
maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ف
maka
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Jazā'
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fā' Balasan.
Akar Kata: ف
سنيسره
Kami akan memudahkannya
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Khobar
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar dari مَن kedua. Sīn (سَ) menunjukkan masa depan. Hā' (هُ) Maf'ūl Bih.
Akar Kata: ي س ر - ه و
ل
kepada
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah Muqaddarah
Penjelasan: Jār (ل) dan Majrūr (ٱلْعُسْرَىٰ).
Akar Kata: ل - ع س ر
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
فَسَنُيَسِّرُهُ (Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya)
Kalimat: Fā' al-Jazā' [Fā' Jawaban] + Harf Taswīf [Huruf Masa Depan] + Jumlah Fi'liyyah - Khobar [Predikat] bagi Man.
Tipe Analisis: Frasa
لِلْعُسْرَىٰ (Jalan yang sulit)
Frasa: Jār Majrūr [Diawali Huruf Jarr] - Muta'alliq [terkait] dengan Sanuyassiruhu [Keterangan].
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Muqābalah
Ayat ini adalah *Muqābalah* dengan Ayat 7: **lil-Yusrā (jalan kemudahan)** vs **لِلْعُسْرَى (lil-ʻUsrā/jalan kesukaran)**. Penempatan kontras secara paralel ini sangat efektif dalam Balaghah.
Bayan - Kinayah
Penyebutan **لِلْعُسْرَى (lil-ʻUsrā/jalan kesukaran)** adalah *Kinayah* tentang kehinaan, kegagalan dalam amal, dan kesukaran dalam urusan agama dan dunia.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar. Balasan bagi orang yang kikir, sombong, dan mendustakan, yaitu dimudahkan jalan menuju kesukaran dan keburukan.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Fasanuyassiruhu lil 'usraa" (Kami akan menyiapkan jalan yang sukar) berarti Allah **akan memudahkannya untuk berbuat keburukan** yang membawanya menuju Neraka. Ath-Thabari menerangkan bahwa kesukaran ini adalah balasan di dunia (kesulitan hidup) dan di akhirat (azab). Al-Qurthubi menambahkan bahwa kesukaran ini adalah bentuk hukuman dari Allah yang membiarkan mereka dalam kesesatan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa balasan sesuai dengan amal: kikir terhadap Allah, maka Allah kikirkan taufiq padanya. Sayyid Quthb menekankan bahwa kekikiran mengunci jiwa menuju jalan yang sulit. Hamka menafsirkan jalan yang sukar sebagai jalan menuju kebinasaan.