Serta mendustakan balasan yang terbaik. Penegasan bahwa kekikiran mereka didorong oleh ketidakpercayaan pada janji Surga.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "wa kadzdzaba bil husnaa" berarti orang ini **mendustakan Surga** atau balasan terbaik dari Allah. Ibnu Katsir menerangkan bahwa pendustaan ini membuat mereka tidak memiliki dorongan untuk berbuat baik dan berinfak. Al-Qurthubi menambahkan bahwa mendustakan Surga adalah bukti kekufuran dalam hati. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan bahwa pendustaan ini membuat mereka mengutamakan harta duniawi daripada janji akhirat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pendustaan adalah alasan utama mengapa mereka enggan memberi dan bertakwa. Al-Alusi menyimpulkan bahwa ini adalah potret orang yang mendahulukan hawa nafsunya.