IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Lail Ayat 9

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Lail Ayat 9

9 Surah Al-Lail Ayat 9 ⬇️
وَكَذَّبَ بِالْحُسْنٰىۙ
📘 Cara Baca:
wa każżaba bil-ḥusnā
Arti Terjemahan Indonesia:
serta mendustakan (pahala) yang terbaik,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: و
كذب
mendustakan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada بَخِلَ.
Akar Kata: ك ذ ب
ب
dengan
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata:
Kedudukan: Ḥarf Jarr dan Isim
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah Muqaddarah
Penjelasan: Jār (ب) dan Majrūr (ٱلْحُسْنَىٰ).
Akar Kata: ب - ح س ن
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ (Serta mendustakan (pahala) yang terbaik)
Kalimat: Wāw 'Aṭf [Waw Penggabungan] + Jumlah Fi'liyyah - Ma'ṭūf [diikuti/digabungkan] pada Bakhila.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Muqābalah
Ayat ini juga *Muqābalah* dengan Ayat 6: **ṣaddaqa (membenarkan)** vs **kadzdzaba (mendustakan)**.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Serta mendustakan balasan yang terbaik. Penegasan bahwa kekikiran mereka didorong oleh ketidakpercayaan pada janji Surga.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "wa kadzdzaba bil husnaa" berarti orang ini **mendustakan Surga** atau balasan terbaik dari Allah. Ibnu Katsir menerangkan bahwa pendustaan ini membuat mereka tidak memiliki dorongan untuk berbuat baik dan berinfak. Al-Qurthubi menambahkan bahwa mendustakan Surga adalah bukti kekufuran dalam hati. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan bahwa pendustaan ini membuat mereka mengutamakan harta duniawi daripada janji akhirat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pendustaan adalah alasan utama mengapa mereka enggan memberi dan bertakwa. Al-Alusi menyimpulkan bahwa ini adalah potret orang yang mendahulukan hawa nafsunya.