IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Balad Ayat 11

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Balad Ayat 11

11 Surah Al-Balad Ayat 11 ⬇️
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ ۖ
📘 Cara Baca:
fa laqtaḥamal-'aqabah
Arti Terjemahan Indonesia:
tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar?
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
فلا
Maka tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Fā' Isti'nāf, Lā (لَا) Nafy.
Akar Kata: ف - ل ا
اقتحم
ia menempuh
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Māḍi
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir (Dia/manusia).
Akar Kata: ق ح م
العقبة
jalan yang mendaki
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari ٱقْتَحَمَ.
Akar Kata: ع ق ب
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kalimat
فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ (Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar itu)
Kalimat: Fā' al-'Aṭf [Fā' Penggabungan] + Lā Nāfiyah [Lā Penidak] + Jumlah Fi'liyyah - Ma'ṭūf [diikuti/digabungkan] pada kalimat sebelumnya. Lā bermakna Nafy [Penolakan].
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Takhṣīṣ wa Nafyu
Kalimat ini adalah *Nafyu* (penolakan) yang mengecam: Manusia itu enggan menempuh **الْعَقَبَةَ (al-ʻAqabah/jalan mendaki lagi sukar)**. *Al-ʻAqabah* adalah *Takhṣīṣ* (pengkhususan) bagi amal-amal saleh yang berat.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Celaan terhadap manusia yang memilih jalan mudah, yaitu mengikuti hawa nafsu, daripada jalan taqwa yang sulit.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Fa laqtahamal 'aqabah" (dia tidak menempuh jalan mendaki) adalah celaan terhadap manusia yang enggan memilih jalan kebaikan yang penuh **rintangan** (*al-'aqabah*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *al-'aqabah* adalah jalan yang mendaki dan sulit, melambangkan amal shaleh yang membutuhkan perjuangan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah kontras dengan *kabad* (susah payah) yang harusnya dialami dalam ketaatan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa rintangan ini adalah melawan hawa nafsu dan kesenangan dunia. Al-Alusi menekankan bahwa manusia enggan berkorban untuk akhirat, meskipun berkorban untuk dunia (ayat 6). Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan jalan mendaki sebagai jalan jihad dan pengorbanan yang berat.