IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Fajr Ayat 27

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Fajr Ayat 27

27 Surah Al-Fajr Ayat 27 ⬇️
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
📘 Cara Baca:
yā ayyatuhan-nafsul-muṭma`innah
Arti Terjemahan Indonesia:
Wahai jiwa yang tenang!
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
يا
Wahai
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nidā'
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Yā' (يَا) Nidā'.
Akar Kata: ي ا
أيتها
jiwa yang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Munādā
Kedudukan: Munādā
I'rab & Tanda: Mabni atas Dhommah
Penjelasan: Munādā (yang diseru). Hā' (هَا) Tanbīh.
Akar Kata: أ ي ي - ه ا
النفس
jiwa
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Na'at bagi أَيَّتُهَا.
Akar Kata: ن ف س
المطمئنة
yang tenang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Fā'il
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Na'at bagi ٱلنَّفْسُ.
Akar Kata: ط م ن
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Nidā` Li at-Taʻẓīm
Panggilan **يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (Yā ayyatuhan-nafsul-muṭma`innah/Wahai jiwa yang tenang)** adalah *Nidā` Li at-Taʻẓīm* (panggilan untuk mengagungkan) dan memuliakan jiwa orang beriman yang telah melewati ujian.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan tiada seorang pun mengikat seperti ikatan-Nya (Allah). Penegasan tentang tidak ada yang mampu mengikat sekuat ikatan-Nya.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa lā yūtsiqu watsāqahū ahad" adalah penegasan bahwa **ikatan (rantai) Allah** pada hari itu adalah yang paling kuat dan tidak ada yang mampu mengikat sekuat itu. Ibnu Katsir menerangkan bahwa ini merujuk pada ikatan rantai Neraka. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah gambaran kelemahan mutlak orang kafir di hadapan Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah azab yang meliputi seluruh tubuh. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah hukuman yang mencerminkan penolakan mereka terhadap kebenaran. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ikatan ini sebagai penahanan yang tidak memiliki celah untuk melarikan diri.