IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Fajr Ayat 28

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Fajr Ayat 28

28 Surah Al-Fajr Ayat 28 ⬇️
ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ
📘 Cara Baca:
irji'ī ilā rabbiki rāḍiyatam marḍiyyah
Arti Terjemahan Indonesia:
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ارجعي
Kembalilah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Amr
Kedudukan: Fi'il Amr
I'rab & Tanda: Majzum dengan membuang Nūn
Penjelasan: Yā' (ي) Fā'il (Dhomir Muannats Mukhatabah).
Akar Kata: ر ج ع - ي
إلى
kepada
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: أ ل ي
ربك
Tuhanmu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Isim Majrūr. Kāf (كِ) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: ر ب ب - ك
راضية
dalam keadaan ridha
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Fā'il
Kedudukan: Ḥāl
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Keterangan keadaan.
Akar Kata: ر ض و
مرضية
lagi diridhai
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Isim Maf'ūl
Kedudukan: Na'at (Sifat) / Ḥāl Mu'akkidah
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Sifat/Ḥāl bagi رَاضِيَةً.
Akar Kata: ر ض و
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Isim • مَّرْضِيَّةً • Shorof
مَّرْضِيَّةً berasal dari akar kata ر ض و. Bentuk aslinya adalah مَرْضُوَّةً, merupakan Isim Naqish Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl & Idgham

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl dan Idghām: Huruf wāw (و) diubah menjadi yā' (ي) karena didahului kasrah, kemudian yā' diidghamkan ke yā' yang lain.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Amr dan Ṭibāq
Perintah **ارْجِعِي (Irjiʻī/kembalilah)** adalah *Amr* (perintah) yang bersifat mulia. Frasa **رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً (rāḍiyatan marḍiyyah/rida dan diridai)** adalah *Ṭibāq* yang menunjukkan kesempurnaan hubungan timbal balik antara hamba dan Tuhan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Hai jiwa yang tenang. Panggilan penuh kasih sayang kepada jiwa orang beriman yang telah melewati ujian dunia.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Yā ayyatuhan nafsul muthma-innah" adalah **panggilan mulia** kepada **jiwa yang tenang** (jiwa orang mukmin yang ridha dengan takdir Allah dan yakin akan janji-Nya). Ath-Thabari menerangkan bahwa ketenangan ini didapat karena keimanannya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa panggilan ini akan diberikan pada saat kematian. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah jiwa yang telah suci dan terlepas dari cinta dunia yang berlebihan (ayat 20). Al-Alusi menekankan bahwa ketenangan ini adalah buah dari *tazkiyah an-nafs*. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ini sebagai kembalinya jiwa ke fitrahnya.