➡️ Mekanisme: Ibdāl & Idgham
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Hai jiwa yang tenang. Panggilan penuh kasih sayang kepada jiwa orang beriman yang telah melewati ujian dunia.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Yā ayyatuhan nafsul muthma-innah" adalah **panggilan mulia** kepada **jiwa yang tenang** (jiwa orang mukmin yang ridha dengan takdir Allah dan yakin akan janji-Nya). Ath-Thabari menerangkan bahwa ketenangan ini didapat karena keimanannya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa panggilan ini akan diberikan pada saat kematian. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah jiwa yang telah suci dan terlepas dari cinta dunia yang berlebihan (ayat 20). Al-Alusi menekankan bahwa ketenangan ini adalah buah dari *tazkiyah an-nafs*. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ini sebagai kembalinya jiwa ke fitrahnya.