IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Fajr Ayat 26

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Fajr Ayat 26

26 Surah Al-Fajr Ayat 26 ⬇️
وَّلَا يُوْثِقُ وَثَاقَهٗٓ اَحَدٌ ۗ
📘 Cara Baca:
wa lā yụṡiqu waṡāqahū aḥad
Arti Terjemahan Indonesia:
dan tidak ada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf dan Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf, Lā (لَا) Nafy.
Akar Kata: و - ل ا
لا
tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Nafy.
Akar Kata: ل ا
يوثق
mengikat
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada يُعَذِّبُ. Fa'ilnya Dhomir Mustatir (Dia/Allah).
Akar Kata: و ث ق
وثاقه
dengan ikatan-Nya
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari يُوثِقُ. Hā' (هُ) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: و ث ق - ه و
أحد
seorang pun
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Nakirah
Kedudukan: Badal / Tauhid
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Badal dari Maf'ūl yang diperkirakan. Atau Tauhid.
Akar Kata: أ ح د
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Izdijwāj
Ayat ini adalah *Izdijwāj* (pasangan) dengan Ayat 25, menegaskan bahwa tidak ada yang setara dengan **siksaan** dan **ikatan** Allah.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Maka pada hari itu tiada seorang pun menyiksa seperti siksa-Nya (Allah). Pernyataan tentang kedahsyatan hukuman Allah yang tiada tandingannya.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Fa yawma-idzin lā yu’adzdzibu ‘adzābahū ahad" adalah penegasan bahwa **siksaan Allah tidak tertandingi** kedahsyatannya. Ath-Thabari menerangkan bahwa siksaan Allah adalah yang paling berat dan tidak ada yang mampu menyiksa sekeras itu. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah janji bagi orang-orang zalim. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah bukti kekuasaan mutlak Allah dalam membalas. Al-Alusi menekankan bahwa siksaan ini adalah balasan yang setimpal atas kezaliman mereka di dunia. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ayat 26-27 sebagai kontras antara murka Allah dan ketenangan jiwa orang beriman.