Maka pada hari itu tiada seorang pun menyiksa seperti siksa-Nya (Allah). Pernyataan tentang kedahsyatan hukuman Allah yang tiada tandingannya.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Fa yawma-idzin lā yu’adzdzibu ‘adzābahū ahad" adalah penegasan bahwa **siksaan Allah tidak tertandingi** kedahsyatannya. Ath-Thabari menerangkan bahwa siksaan Allah adalah yang paling berat dan tidak ada yang mampu menyiksa sekeras itu. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah janji bagi orang-orang zalim. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah bukti kekuasaan mutlak Allah dalam membalas. Al-Alusi menekankan bahwa siksaan ini adalah balasan yang setimpal atas kezaliman mereka di dunia. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ayat 26-27 sebagai kontras antara murka Allah dan ketenangan jiwa orang beriman.