Dan malam yang sepuluh. Sumpah dengan sepuluh malam yang dimuliakan dalam Islam.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa Layaalin ‘Asyr" adalah sumpah dengan **sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah**, yang merupakan malam-malam paling mulia untuk beramal. Ath-Thabari menerangkan bahwa ini juga dapat merujuk pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah waktu di mana amalan memiliki pahala yang berlipat ganda. Al-Baidhawi menguraikan bahwa sumpah ini mengarahkan perhatian manusia pada pentingnya memanfaatkan waktu-waktu ibadah yang istimewa. Al-Alusi menekankan bahwa ini adalah tanda kekuasaan Allah yang membedakan sebagian waktu dari yang lain. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan sumpah ini untuk menunjukkan pentingnya waktu dalam kehidupan spiritual.