IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Fajr Ayat 11

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Fajr Ayat 11

11 Surah Al-Fajr Ayat 11 ⬇️
الَّذِيْنَ طَغَوْا فِى الْبِلَادِۖ
📘 Cara Baca:
allażīna ṭagau fil-bilād
Arti Terjemahan Indonesia:
yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
الذين
orang-orang yang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mauṣūl, Jamak
Kedudukan: Badal / Na'at
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Badal dari بِعَادٍ.
Akar Kata: ل ذ ي
طغوا
mereka melampaui batas
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ṣilah Mauṣūl
I'rab & Tanda: Mabni atas Dhommah
Penjelasan: Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: ط غ ي
في
di
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: ف ي ي
البلاد
negeri-negeri
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Isim Majrūr.
Akar Kata: ب ل د
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • طَغَوْا • Shorof
طَغَوْا berasal dari akar kata ط غ و. Bentuk aslinya adalah طَغَوُوْا, merupakan Fiil Naqish Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl & Hadhf

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl dan Hadhf: 1. Ibdāl wāw (و) menjadi Alif. 2. Hadhf Alif karena bertemu wāw Jamā'ah sukun.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taʻmīm
Ayat ini adalah *Taʻmīm* (generalisasi) yang merangkum dosa dari ketiga kaum tersebut (Ād, Tsamūd, Firʻaun): mereka semua **طَغَوْا فِي الْبِلَادِ (ṭaghau fil-bilād/berbuat sewenang-wenang di negeri)**.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri. Penjelasan tentang kezaliman mereka yang melampaui batas.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Alladzīna thaghau fil bilād" adalah sifat umum ketiga kaum tersebut (Ād, Tsamūd, dan Firaun), yaitu mereka **berbuat sewenang-wenang** (*thaghau*) atau melampaui batas kezaliman di negeri mereka. Ibnu Katsir menerangkan bahwa mereka melampaui batas dalam kekufuran, kezaliman, dan penindasan terhadap manusia. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *thughyān* (sewenang-wenang) adalah puncak dari pendustaan terhadap Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kezaliman ini adalah hasil dari tidak menggunakan akal (ayat 5). Al-Alusi menekankan bahwa kekuasaan tidak memberi hak untuk berbuat sewenang-wenang. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *thaghau* sebagai kezaliman yang tidak mengenal batas kemanusiaan.