Dan Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak. Pengalihan pada Firaun sebagai contoh terakhir kezaliman individu yang dibinasakan.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa Fir’auna dzil autād" merujuk pada **Firaun** yang memiliki **pasak-pasak** (*autād*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *autād* merujuk pada tentara dan bala tentara yang kuat, atau hukuman yang dia gunakan dengan memakukan orang. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Firaun adalah simbol kezaliman dan kesombongan absolut. Al-Baidhawi menguraikan bahwa penyebutan pasak adalah kiasan bagi kekuatan dan stabilitas kekuasaannya yang akhirnya runtuh. Al-Alusi menekankan bahwa Firaun adalah contoh kesombongan yang mengklaim diri sebagai tuhan. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *autād* sebagai kekuatan yang digunakan Firaun untuk menindas dan mengikat rakyatnya.