IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Tariq Ayat 14

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Tariq Ayat 14

14 Surah At-Tariq Ayat 14 ⬇️
وَّمَا هُوَ بِالْهَزْلِۗ
📘 Cara Baca:
wa mā huwa bil-hazl
Arti Terjemahan Indonesia:
dan (Al-Qur'an) itu bukanlah sendagurauan.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
dan tidaklah
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf dan Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf, Mā (مَا) Nafy.
Akar Kata: و - م ا
ما
tidak
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Nafy
Kedudukan: Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Mā (مَا) Nafy.
Akar Kata: م و ي
هو
ia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ḍamīr Munfaṣil
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Mubtada'.
Akar Kata: ه و
ب
senda gurau
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr Zā'idah dan Isim
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Bā' (ب) Jarr Zā'idah.
Akar Kata: ب - ه ز ل
الهزل
senda gurau
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Khobar Mā (Majrur Lafẓan)
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Khobar Mā (مَا) Majrur Lafẓan, Manshub Maḥallan.
Akar Kata: ه ز ل
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Nafyu
Pernyataan **وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ (wa mā huwa bil-hazl/bukanlah senda gurau)** adalah *Nafyu* (penolakan) yang menguatkan *Jawāb al-Qasam*, menegaskan keseriusan dan kebenaran mutlak Al-Qur'an.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan dia sekali-kali bukanlah senda gurau.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa mā huwa bil-hazl" adalah penegasan bahwa Al-Qur’an **bukanlah senda gurau** (*al-hazl*) atau perkataan yang sia-sia. Ibnu Katsir menerangkan bahwa ini adalah bantahan terhadap orang kafir yang meremehkan Al-Qur’an. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Al-Qur’an adalah perkara yang sangat serius yang membawa konsekuensi kekal. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pernyataan ini menuntut sikap serius dari pembaca dan pendengarnya. Al-Alusi menekankan bahwa setiap kata dalam Al-Qur’an memiliki hikmah dan tujuan. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan bahwa keseriusan Al-Qur’an berasal dari sumbernya yang ilahi.