IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat At-Tariq Ayat 13

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat At-Tariq Ayat 13

13 Surah At-Tariq Ayat 13 ⬇️
اِنَّهٗ لَقَوْلٌ فَصْلٌۙ
📘 Cara Baca:
innahụ laqaulun faṣl
Arti Terjemahan Indonesia:
sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
إنه
Sesungguhnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Taukīd wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Dhommah
Penjelasan: Inna (إِنَّ) dan Hā' (هُ) Isim Inna. Jawaban Sumpah.
Akar Kata: أ ن ن - ه و
ل
benar-benar
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Lām Ibtidā' / Taukīd
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Lām (لَ) Taukīd.
Akar Kata: ل
قول
perkataan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Khobar إِنَّ
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar dari إِنَّ.
Akar Kata: ق و ل
فصل
yang memutuskan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Na'at bagi لَقَوْلٌ.
Akar Kata: ف ص ل
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Jawāb al-Qasam wa Taukīd
Ayat ini adalah *Jawāb al-Qasam* (jawaban sumpah) dari Ayat 11-12. *Taukīd* berlapis (**إِنَّهُ** dan **لَ**) menjamin bahwa Al-Qur'an adalah **قَوْلٌ فَصْلٌ (qaulun faṣl/perkataan yang memisahkan)**, yaitu pemutus hukum dan kebenaran.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar perkataan yang memisahkan (antara yang hak dan yang batil).

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Innahū laqawlun faṣl" adalah **jawaban sumpah** kedua: **Al-Qur’an** (*innahu*) adalah perkataan yang **memisahkan** (*faṣl*) antara kebenaran (*al-ḥaqq*) dan kebatilan (*al-bāṭil*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *faṣl* berarti pemutus perkara dan pembeda hukum. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Al-Qur’an adalah standar kebenaran yang tidak bisa diganggu gugat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa sumpah dengan alam semesta digunakan untuk menguatkan keagungan Al-Qur’an. Al-Alusi menekankan bahwa Al-Qur’an adalah pembeda utama dalam hidup. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *faṣl* sebagai keputusan akhir yang memisahkan takdir manusia.