IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Buruj Ayat 4

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Buruj Ayat 4

4 Surah Al-Buruj Ayat 4 ⬇️
قُتِلَ اَصْحٰبُ الْاُخْدُوْدِۙ
📘 Cara Baca:
qutila aṣ-ḥābul-ukhdụd
Arti Terjemahan Indonesia:
Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu para pembesar Najran di Yaman),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
قتل
Binasalah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi Majhūl
Kedudukan: Fi'il Māḍi Majhūl
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Jawaban Sumpah. Nā'ibul Fā'ilnya Dhomir Mustatir (Dia/Ashabul Ukhdud).
Akar Kata: ق ت ل
أصحاب
golongan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Nā'ibul Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Nā'ibul Fā'il dari قُتِلَ. Muḍāf.
Akar Kata: ص ح ب
الأخدود
parit
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari أَصْحَٰبُ.
Akar Kata: خ د د
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Jawāb al-Qasam wa Duʻā` Bi al-Lafẓ al-Khobar
Ayat ini adalah *Jawāb al-Qasam* yang tersembunyi (*taqdīr* Jawāb al-Qasam adalah janji pembalasan). **قُتِلَ (Qutila/Binasalah)** secara literal adalah kalimat berita (khobar) masa lalu, namun maknanya adalah *Duʻā` Bi al-Lafẓ al-Khobar* (doa yang disampaikan dalam bentuk berita), yaitu **Laknat dan celakalah** Ashābul Ukhdūd.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Binasalah orang-orang yang membuat parit.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Qutila aṣ-ḥābul ukhdūd" adalah **jawaban sumpah** yang berarti **binasalah orang-orang yang membuat parit** (*aṣ-ḥābul ukhdūd*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *al-ukhdūd* adalah parit besar yang digali oleh kaum kafir untuk membakar orang-orang beriman. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah kisah tentang kaum Najran yang dibakar hidup-hidup oleh penguasa zalim. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Allah mengutuk orang-orang yang melakukan kejahatan besar ini. Al-Alusi menekankan bahwa sumpah dengan hari akhir (ayat 2-3) bertujuan menguatkan janji pembalasan bagi para pelaku kejahatan ini. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *Qutila* sebagai kutukan ilahi dan penegasan kekalahan spiritual mereka.