Binasalah orang-orang yang membuat parit.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Qutila aṣ-ḥābul ukhdūd" adalah **jawaban sumpah** yang berarti **binasalah orang-orang yang membuat parit** (*aṣ-ḥābul ukhdūd*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *al-ukhdūd* adalah parit besar yang digali oleh kaum kafir untuk membakar orang-orang beriman. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah kisah tentang kaum Najran yang dibakar hidup-hidup oleh penguasa zalim. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Allah mengutuk orang-orang yang melakukan kejahatan besar ini. Al-Alusi menekankan bahwa sumpah dengan hari akhir (ayat 2-3) bertujuan menguatkan janji pembalasan bagi para pelaku kejahatan ini. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *Qutila* sebagai kutukan ilahi dan penegasan kekalahan spiritual mereka.