Yang berapi (dinyalakan dengan) bahan bakar.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "An-nāri dzātil-waqūd" adalah deskripsi tentang parit tersebut, yaitu **parit yang berisi api** (*an-nār*) yang **dinyalakan dengan bahan bakar** (*dzātil-waqūd*) yang banyak. Ibnu Katsir menerangkan bahwa mereka mengumpulkan kayu bakar yang sangat banyak untuk menyiksa orang beriman. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penyebutan bahan bakar menunjukkan kesengajaan dan kekejaman perbuatan mereka. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kekejaman ini dibalas dengan azab Neraka yang lebih dahsyat. Al-Alusi menekankan bahwa bahan bakar ini adalah simbol dari kebencian mereka terhadap iman. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan api ini sebagai bentuk teror kekuasaan terhadap kebenaran.