Bahkan orang-orang kafir selalu mendustakan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Balil-ladzīna kafarū fī takdzīb" adalah penegasan bahwa **orang-orang kafir** Quraisy (dan sejenisnya) **selalu dalam kedustaan** (*fī takdzīb*) terhadap ajaran Nabi ﷺ. Ibnu Katsir menerangkan bahwa meskipun mereka tahu kisah Firaun dan Tsamud, mereka tetap mendustakan kebenaran. Al-Qurthubi menambahkan bahwa kedustaan adalah penyakit hati yang kronis. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kedustaan ini adalah penyebab utama mereka akan mendapatkan azab yang keras (ayat 12). Al-Alusi menekankan bahwa mereka mendustakan kebangkitan dan Al-Qur’an. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan kedustaan ini sebagai penolakan yang tidak berlandaskan akal sehat.