Dan ia patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya ia patuh.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa adzinat li rabbihā wa ḥuqqat" berarti langit **patuh** (*adzinat*) **kepada Tuhannya**, dan **sudah semestinya** (*wa ḥuqqat*) langit melakukan itu. Ath-Thabari menerangkan bahwa *adzinat* berarti tunduk dan mendengar perintah Allah untuk terbelah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa langit, sebagai makhluk agung, pun tidak dapat menolak perintah Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kepatuhan langit ini adalah contoh bagi manusia yang seharusnya lebih patuh. Al-Alusi menekankan bahwa kepatuhan langit menunjukkan kekuasaan mutlak Allah atas seluruh makhluk. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan kepatuhan ini sebagai respons alam semesta terhadap kehendak Sang Pencipta.