IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Insyiqaq Ayat 1

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Insyiqaq Ayat 1

1 Surah Al-Insyiqaq Ayat 1 ⬇️
اِذَا السَّمَاۤءُ انْشَقَّتْۙ
📘 Cara Baca:
iżas-samā`unsyaqqat
Arti Terjemahan Indonesia:
Apabila langit terbelah,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
إذا
Apabila
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān (Syarat)
Kedudukan: Ẓarf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Keterangan waktu/syarat.
Akar Kata: إ ذ ا
السماء
langit
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Fā'il (bagi Fi'il yang dihapus)
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fā'il dari Fi'il Syarat yang dihapus (انشقت).
Akar Kata: س م و
انشقت
terbelah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Tafsīr (Penjelasan)
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Tā' (تْ) Tā'u Ta'nīts. Jumlah Tafsīrīyah.
Akar Kata: ش ق ق
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Isim • السَّمَاءُ • Shorof
السَّمَاءُ berasal dari akar kata س م و. Bentuk aslinya adalah سَمَاوٌ, merupakan Isim Naqish Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl Hamzah: Huruf wāw (و) di akhir kata diubah menjadi hamzah (ء) karena terletak setelah alif za'idah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Syarth wa Taʻẓīm
Kata **إِذَا (Idzā/Apabila)** menunjukkan *Syarth* (syarat) untuk peristiwa besar yang akan datang. Langit yang **انشَقَّتْ (in-syaqqat/terbelah)** adalah *Taʻẓīm* (pengagungan) terhadap dahsyatnya peristiwa Kiamat.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Apabila langit terbelah.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Idzās-samā’un-syaqqat" adalah deskripsi tentang **langit yang terbelah** atau terpisah (*insyaqqat*) pada Hari Kiamat. Ibnu Katsir menerangkan bahwa terbelahnya langit adalah salah satu tanda dahsyatnya Hari Kiamat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa langit akan terbelah seperti sobeknya kain. Al-Baidhawi menguraikan bahwa terbelahnya langit adalah konsekuensi dari ketundukan langit terhadap perintah Allah. Al-Alusi menekankan bahwa peristiwa ini menunjukkan hilangnya keteraturan alam semesta. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan terbelahnya langit sebagai runtuhnya benteng kosmik yang selama ini tampak kukuh.