IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mutaffifin Ayat 30

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mutaffifin Ayat 30

30 Surah Al-Mutaffifin Ayat 30 ⬇️
وَاِذَا مَرُّوْا بِهِمْ يَتَغَامَزُوْنَۖ
📘 Cara Baca:
wa iżā marrụ bihim yatagāmazụn
Arti Terjemahan Indonesia:
Dan apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
و
Dan apabila
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf dan Isim Syarat
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf.
Akar Kata: و - إ ذ ا
إذا
apabila
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān (Syarat)
Kedudukan: Ẓarf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Keterangan waktu/syarat.
Akar Kata: إ ذ ا
مروا
mereka melewati
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Syarat
I'rab & Tanda: Mabni atas Dhommah
Penjelasan: Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: م ر ر
بهم
mereka
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Jār (ب) dan Majrūr (هِمْ).
Akar Kata: ب - ه م
يتغامزون
mereka saling memberi isyarat
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Jawab Syarat (Marfu' Maḥallan)
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Nūn
Penjelasan: Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: غ م ز
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Bayan - Kinayah
**يَتَغَامَزُونَ (yataghāmazūn/saling mengedip-ngedipkan mata)** adalah *Kinayah* tentang penghinaan, olok-olok, dan meremehkan orang beriman secara rahasia.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Dan apabila mereka melewati (orang-orang mukmin), mereka saling mengedip-ngedipkan mata.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa idzā marrū bihim yataghāmazūn" berarti **apabila mereka melewati orang-orang mukmin, mereka saling mengedip-ngedipkan mata** (*yataghāmazūn*) sebagai tanda penghinaan. Ibnu Katsir menerangkan bahwa *yataghāmazūn* adalah isyarat rahasia yang mengejek. Al-Qurthubi menambahkan bahwa gerakan ini menunjukkan sikap meremehkan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa mereka melakukannya secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi. Al-Alusi menekankan bahwa ejekan ini adalah manifestasi dari kedustaan mereka. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan isyarat ini sebagai bentuk teror psikologis.