Dan apabila mereka melewati (orang-orang mukmin), mereka saling mengedip-ngedipkan mata.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wa idzā marrū bihim yataghāmazūn" berarti **apabila mereka melewati orang-orang mukmin, mereka saling mengedip-ngedipkan mata** (*yataghāmazūn*) sebagai tanda penghinaan. Ibnu Katsir menerangkan bahwa *yataghāmazūn* adalah isyarat rahasia yang mengejek. Al-Qurthubi menambahkan bahwa gerakan ini menunjukkan sikap meremehkan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa mereka melakukannya secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi. Al-Alusi menekankan bahwa ejekan ini adalah manifestasi dari kedustaan mereka. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan isyarat ini sebagai bentuk teror psikologis.