➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, dahulu menertawakan orang-orang yang beriman.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Innal-ladzīna ajramū kānū minalladzīna āmanū yaḍḥakūn" adalah pengalihan kembali ke nasib orang kafir: **orang-orang yang berdosa** (*ajramū*) **dahulu menertawakan orang-orang yang beriman**. Ath-Thabari menerangkan bahwa ini adalah cemoohan dan penghinaan yang mereka lakukan di dunia. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *ajramū* adalah orang-orang kafir Quraisy yang menertawakan para sahabat miskin. Al-Baidhawi menguraikan bahwa menertawakan amal saleh adalah dosa besar. Al-Alusi menekankan bahwa tawa ini adalah akibat dari keyakinan mereka (ayat 14). Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan tawa ini sebagai bentuk kesombongan tirani.