Dan apabila mereka kembali kepada keluarga mereka, mereka kembali dengan gembira.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa idzanqalabū ilā ahlihimunqalabū fākihīn" berarti **apabila mereka kembali kepada keluarga mereka, mereka kembali dengan gembira** (*fākihīn*) karena telah menghina orang beriman. Ath-Thabari menerangkan bahwa *fākihīn* berarti bersenang-senang atau menyombongkan diri. Al-Qurthubi menambahkan bahwa mereka menceritakan ejekan mereka dengan bangga. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kegembiraan ini adalah cerminan dari kegembiraan yang tercela di ayat 13. Al-Alusi menekankan bahwa mereka merasa telah melakukan perbuatan hebat. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan kegembiraan ini sebagai kebahagiaan semu yang dilandasi dosa.