➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongeng-dongeng orang-orang dahulu."
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Idzā tutlā ‘alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn" adalah ciri lain *mu’tadin atṣīm*: **apabila dibacakan ayat-ayat Kami, ia berkata, "Itu adalah dongeng-dongeng orang-orang dahulu"**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa mereka menolak Al-Qur’an dan menuduhnya sebagai legenda lama. Al-Qurthubi menambahkan bahwa ini adalah penghinaan terhadap wahyu Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa tuduhan ini adalah cara mereka menghindari kebenaran. Al-Alusi menekankan bahwa penolakan ini menunjukkan kesombongan intelektual. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *asāṭīrul-awwalīn* sebagai ungkapan penghinaan tertinggi terhadap risalah Ilahi.