➡️ Mekanisme: Ibdāl & Hadhf
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Dan tidak ada yang mendustakannya melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa mā yukadzdzibu bihī illā kullu mu’tadin atṣīm" berarti **tidak ada yang mendustakan Hari Pembalasan melainkan setiap orang yang melampaui batas** (*mu’tadin*) **lagi berdosa** (*atṣīm*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *mu’tadin* adalah orang yang melanggar batasan Allah, dan *atṣīm* adalah orang yang banyak berbuat dosa. Al-Qurthubi menambahkan bahwa dosa dan pelanggaran adalah hasil dari ketiadaan iman pada Hari Akhir. Al-Baidhawi menguraikan bahwa orang yang berdosa besar cenderung mendustakan untuk menenangkan diri. Al-Alusi menekankan bahwa kedustaan adalah perlindungan diri palsu bagi pelaku dosa. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ayat ini sebagai hubungan erat antara perbuatan jahat dan penolakan akidah.