IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mutaffifin Ayat 11

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mutaffifin Ayat 11

11 Surah Al-Mutaffifin Ayat 11 ⬇️
الَّذِيْنَ يُكَذِّبُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِۗ
📘 Cara Baca:
allażīna yukażżibụna biyaumid-dīn
Arti Terjemahan Indonesia:
(yaitu) orang-orang yang mendustakannya (hari pembalasan).
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
الذين
orang-orang yang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mauṣūl
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Na'at bagi لِّلْمُكَذِّبِينَ (Majrur Maḥallan).
Akar Kata: ل ذ ي
يكذبون
mereka mendustakan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Ṣilah Mauṣūl
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Nūn
Penjelasan: Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: ك ذ ب
ب
hari
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Bā' (ب) Jarr. Isim Majrūr. Muḍāf.
Akar Kata: ب - ي و م
الدين
pembalasan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Muḍāf Ilaih dari بِيَوْمِ.
Akar Kata: د ي ن
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taʻlīl
Ayat ini adalah *Taʻlīl* (penyebaban) mengapa mereka celaka: karena mereka mendustakan **Hari Pembalasan** (*yawmid-dīn*).
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Yaitu orang-orang yang mendustakan Hari Pembalasan.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Alladzīna yukadzdzibūna biyawmid-dīn" adalah penjelasan spesifik tentang *mukadzdzibīn*: mereka adalah **orang-orang yang mendustakan Hari Pembalasan** (*yawmid-dīn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *Yawmid-dīn* adalah Hari Kiamat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa mendustakan Hari Pembalasan adalah penyebab mereka berani berbuat curang di dunia. Al-Baidhawi menguraikan bahwa tidak ada yang mendustakannya selain orang yang melampaui batas (ayat 12). Al-Alusi menekankan bahwa penolakan terhadap pembalasan adalah kerusakan akidah. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *Yawmid-dīn* sebagai hari perhitungan utang amal.