Yaitu orang-orang yang mendustakan Hari Pembalasan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Alladzīna yukadzdzibūna biyawmid-dīn" adalah penjelasan spesifik tentang *mukadzdzibīn*: mereka adalah **orang-orang yang mendustakan Hari Pembalasan** (*yawmid-dīn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *Yawmid-dīn* adalah Hari Kiamat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa mendustakan Hari Pembalasan adalah penyebab mereka berani berbuat curang di dunia. Al-Baidhawi menguraikan bahwa tidak ada yang mendustakannya selain orang yang melampaui batas (ayat 12). Al-Alusi menekankan bahwa penolakan terhadap pembalasan adalah kerusakan akidah. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *Yawmid-dīn* sebagai hari perhitungan utang amal.