IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Abasa Ayat 26

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Abasa Ayat 26

26 Surah Abasa Ayat 26 ⬇️
ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ
📘 Cara Baca:
ṡumma syaqaqnal-arḍa syaqqā
Arti Terjemahan Indonesia:
kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ثم
Kemudian
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf (Tartīb wa Tarākhī)
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Huruf 'Aṭaf.
Akar Kata: ث م م
شققنا
Kami belah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada صَبَبْنَا. Nā' (نَا) Fā'il.
Akar Kata: ش ق ق - ن ا
الأرض
bumi
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari شَقَقْنَا.
Akar Kata: أ ر ض
شقا
dengan sebaik-baiknya belahan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Maf'ūl Mutlaq
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Maf'ūl Mutlaq.
Akar Kata: ش ق ق
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taukīd dan Tsumma Li at-Tarākhī
Ayat ini menggunakan *Taukīd* melalui *Maṣdar* (**س شَقًّا / syaqqā**). **ثُمَّ (Tsumma/Kemudian)** menunjukkan urutan waktu logis: air hujan **lalu** pembelahan bumi.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Tsumma syaqaqnāl-arḍa syaqqā" berarti **kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya** (*syaqqā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa pembelahan ini adalah saat benih tumbuh dan memecah tanah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pembelahan ini adalah cara Allah menumbuhkan tanaman dari bumi yang padat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa *syaqqā* menunjukkan proses pertumbuhan yang teratur dan rahasia. Al-Alusi menekankan bahwa pertumbuhan tanaman adalah mukjizat yang terjadi setiap hari. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pembelahan bumi sebagai demonstrasi kekuasaan Allah untuk mengeluarkan yang hidup dari yang mati.