Kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Tsumma syaqaqnāl-arḍa syaqqā" berarti **kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya** (*syaqqā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa pembelahan ini adalah saat benih tumbuh dan memecah tanah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa pembelahan ini adalah cara Allah menumbuhkan tanaman dari bumi yang padat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa *syaqqā* menunjukkan proses pertumbuhan yang teratur dan rahasia. Al-Alusi menekankan bahwa pertumbuhan tanaman adalah mukjizat yang terjadi setiap hari. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pembelahan bumi sebagai demonstrasi kekuasaan Allah untuk mengeluarkan yang hidup dari yang mati.