IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Abasa Ayat 25

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Abasa Ayat 25

25 Surah Abasa Ayat 25 ⬇️
اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّاۙ
📘 Cara Baca:
annā ṣababnal-mā`a ṣabbā
Arti Terjemahan Indonesia:
Kamilah yang telah mencurahkan air melimpah (dari langit),
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
أنا
Sesungguhnya Kami
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Taukīd wa Naṣb
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Anna (أَنَّ) dan Nā' (نَا) Isim Anna.
Akar Kata: أ ن ن - ن ا
صببنا
telah mencurahkan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Khobar أَنَّا
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Nā' (نَا) Fā'il.
Akar Kata: ص ب ب - ن ا
الماء
air
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari صَبَبْنَا.
Akar Kata: م و ه
صبا
dengan curahan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Maf'ūl Mutlaq
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Maf'ūl Mutlaq (menekankan fi'il).
Akar Kata: ص ب ب
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Isim • الْمَاءَ • Shorof
الْمَاءَ berasal dari akar kata م و ه. Bentuk aslinya adalah مَوَهٌ, merupakan Isim Naqish Wāwiy/Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl Hamzah: Huruf 'illah (و/ي) di akhir kata diubah menjadi hamzah (ء) karena terletak setelah alif za'idah.
Isim • الْمَاءَ • Shorof
الْمَاءَ berasal dari akar kata م و ه. Bentuk aslinya adalah مَوَهٌ, merupakan Isim Naqish Wāwiy/Yā'iy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl Hamzah: Huruf 'illah (و/ي) di akhir kata diubah menjadi hamzah (ء) karena terletak setelah alif za'idah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Taukīd dan Mubālaghah
Pernyataan **صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا (ṣababnāl-mā`a ṣabbā)** adalah *Taukīd* melalui *Maṣdar* (kata benda verba), dan *Mubālaghah* (hiperbola) yang menunjukkan derasnya curahan air hujan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit).

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Annā ṣababnāl-mā’a ṣabbā" adalah awal dari proses penciptaan makanan: **Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air** (*al-mā’a*) **(dari langit) dengan curahan yang deras**. Ibnu Katsir menerangkan bahwa *ṣabbā* menunjukkan limpahan air hujan yang datang dari awan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa curahan ini adalah sumber kehidupan di bumi. Al-Baidhawi menguraikan bahwa Allah mengatur jatuhnya air hujan. Al-Alusi menekankan bahwa curahan air hujan adalah bagian dari sistem Ilahi. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *ṣabbā* sebagai penekanan pada kekuatan air hujan yang menghidupkan bumi.