IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Abasa Ayat 17

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Abasa Ayat 17

17 Surah Abasa Ayat 17 ⬇️
قُتِلَ الْاِنْسَانُ مَآ اَكْفَرَهٗۗ
📘 Cara Baca:
qutilal-insānu mā akfarah
Arti Terjemahan Indonesia:
Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
قتل
Celakalah
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi Majhūl
Kedudukan: Fi'il Majhūl
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Nā'ibul Fā'ilnya Dhomir Mustatir (هو). Fi'il ini bermakna Do'a/Laknat.
Akar Kata: ق ت ل
الإنسان
manusia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Nā'ibul Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Nā'ibul Fā'il dari قُتِلَ.
Akar Kata: أ ن س
ما
alangkah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Istifhām
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Mā (مَا) Ta'ajjubīyah.
Akar Kata: م و ي
أكفره
durhakanya dia
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Khobar
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Hā' (هُ) Maf'ūl Bih. Jumlahnya Khobar Mā.
Akar Kata: ك ف ر - ه و
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Duʻā` Bi al-Lafẓ al-Khobar wa Istifhām Taʻajjubī
Pernyataan **قُتِلَ الْإِنْسَانُ (Qutilal-insānu/Binasalah manusia)** adalah *Duʻā` Bi al-Lafẓ al-Khobar* (doa/celaan dalam bentuk berita). Diikuti *Istifhām Taʻajjubī* (pertanyaan bernada keheranan) yang menyiratkan betapa dahsyatnya **mā akfarah (kekafiran/kedurhakaan)** mereka, meskipun bukti begitu jelas.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Qutilal-insānu mā akfarah" adalah kecaman keras: **Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!** Ibnu Katsir menerangkan bahwa *Qutilal-insān* adalah ungkapan kutukan dan celaan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa manusia di sini merujuk pada orang kafir yang mendustakan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kekufuran mereka sungguh mengherankan setelah semua bukti penciptaan. Al-Alusi menekankan bahwa kekufuran adalah dosa terbesar. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *mā akfarah* sebagai penekanan betapa buruknya sikap ingkar terhadap Sang Pencipta.