Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Qutilal-insānu mā akfarah" adalah kecaman keras: **Celakalah manusia! Alangkah kufurnya dia!** Ibnu Katsir menerangkan bahwa *Qutilal-insān* adalah ungkapan kutukan dan celaan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa manusia di sini merujuk pada orang kafir yang mendustakan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kekufuran mereka sungguh mengherankan setelah semua bukti penciptaan. Al-Alusi menekankan bahwa kekufuran adalah dosa terbesar. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *mā akfarah* sebagai penekanan betapa buruknya sikap ingkar terhadap Sang Pencipta.