Kemudian sekali-kali tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Tsumma kallā sa ya‘lamūn" adalah pengulangan dan penegasan ancaman: **Kemudian sekali-kali tidak! Kelak mereka akan mengetahui** (*sa ya‘lamūn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa pengulangan ini berfungsi sebagai penekanan dan peringatan yang lebih kuat. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penegasan ini adalah untuk menguatkan hati orang beriman. Al-Baidhawi menguraikan bahwa pengulangan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa takut. Al-Alusi menekankan bahwa ancaman ini akan terjadi dalam dua tahap: kematian dan kebangkitan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan pengulangan ini sebagai bentuk kemarahan Ilahi atas kesombongan mereka.