IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Naba Ayat 38

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Naba Ayat 38

38 Surah An-Naba Ayat 38 ⬇️
يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ صَفًّاۙ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا
📘 Cara Baca:
yauma yaqụmur-rụḥu wal-malā`ikatu ṣaffal lā yatakallamụna illā man ażina lahur-raḥmānu wa qāla ṣawābā
Arti Terjemahan Indonesia:
Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
يوم
(Pada) hari
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān
Kedudukan: Maf'ūl Fīh
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Keterangan waktu (Ẓarf Zamān).
Akar Kata: ي و م
يقوم
berdiri
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Muḍāf Ilaih
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fi'il Muḍāri'.
Akar Kata: ق و م
الروح
Ruh
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fā'il dari يَقُومُ.
Akar Kata: ر و ح
والملئكة
dan para malaikat
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada ٱلرُّوحُ.
Akar Kata: م ل ك
صفا
berbaris
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Ḥāl
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Ḥāl (Keadaan).
Akar Kata: ص ف ف
لا
tidaklah
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Nafy.
Akar Kata: ل ا
يتكلمون
mereka berbicara
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Ḥāl Kedua
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Nūn
Penjelasan: Ḥāl kedua (Wāwu Fā'il).
Akar Kata: ك ل م
الا
kecuali
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Istithnā'
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf pengecualian.
Akar Kata: أ ل ا
من
orang yang
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mauṣūl
Kedudukan: Mustathnā' (Pengecualian)
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Badal dari Fa'il (و).
Akar Kata: م ن ن
اذن
telah diizinkan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Fi'il Māḍi
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Fa'ilnya Dhomir Mustatir.
Akar Kata: أ ذ ن
له
baginya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Dhommah
Penjelasan: Jār (لِ) dan Majrūr (هُ).
Akar Kata: ل - ه و
الرحمن
Ar-Rahman
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Fā'il
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Fā'il dari أَذِنَ.
Akar Kata: ر ح م
وقال
dan dia berkata
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Māḍi
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Mabni atas Fathah
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf. Fa'ilnya Dhomir Mustatir.
Akar Kata: ق و ل
صوابا
yang benar
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar/Ṣifah
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari قَالَ.
Akar Kata: ص و ب
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Fiil • يَقُومُ • Shorof
يَقُومُ berasal dari akar kata ق و م. Bentuk aslinya adalah يَقْوُمُ, merupakan Fiil Ajwaf Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Iskān & Naql

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Iskān dan Naql Harakah: Huruf wāw (و) disukunkan karena beratnya ḍammah, dan harakatnya dinukil (Naql) ke huruf sebelumnya (ق).
Fiil • وَقَالَ • Shorof
وَقَالَ berasal dari akar kata ق و ل. Bentuk aslinya adalah قَوَلَ, merupakan Fiil Ajwaf Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl: Huruf wāw (و) di tengah kata diubah menjadi alif (ا) karena berharakat dan didahului fathah.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Takhṣīṣ dan Ḥaṣr Bil-Istithnā`
Ayat ini adalah *Takhṣīṣ* (pengkhususan) kondisi pada Hari Kiamat. *Ḥaṣr* (pembatasan) melalui pengecualian (**illā man adzinā lahu**): **mereka tidak berkata-kata kecuali yang diizinkan Ar-Raḥmān** dan perkataannya harus **ṣawābā (benar).**
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Pada hari (ketika) Ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin oleh Yang Maha Pemurah.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Yawma yaqūmur-rūḥu wal-malā’ikatu ṣaffal lā yatakallamūna illā man adzina lahur-raḥmān" adalah deskripsi Padang Mahsyar: **Pada hari (ketika) Ruh** (Jibril atau ruh manusia) **dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin oleh Yang Maha Pemurah**. Ath-Thabari menerangkan bahwa *Ar-Rūḥ* bisa merujuk kepada Malaikat Jibril, atau makhluk agung lainnya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa keheningan ini menunjukkan keagungan Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa bahkan makhluk paling mulia pun tunduk. Al-Alusi menekankan bahwa izin untuk berbicara hanya diberikan untuk kebenaran. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan keheningan ini sebagai ketundukan total di hadapan kekuasaan Ilahi.