➡️ Mekanisme: Iskān & Naql
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
➡️ Mekanisme: Ibdāl
➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.
Pada hari (ketika) Ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin oleh Yang Maha Pemurah.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Yawma yaqūmur-rūḥu wal-malā’ikatu ṣaffal lā yatakallamūna illā man adzina lahur-raḥmān" adalah deskripsi Padang Mahsyar: **Pada hari (ketika) Ruh** (Jibril atau ruh manusia) **dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin oleh Yang Maha Pemurah**. Ath-Thabari menerangkan bahwa *Ar-Rūḥ* bisa merujuk kepada Malaikat Jibril, atau makhluk agung lainnya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa keheningan ini menunjukkan keagungan Allah. Al-Baidhawi menguraikan bahwa bahkan makhluk paling mulia pun tunduk. Al-Alusi menekankan bahwa izin untuk berbicara hanya diberikan untuk kebenaran. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan keheningan ini sebagai ketundukan total di hadapan kekuasaan Ilahi.