IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Naba Ayat 36

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Naba Ayat 36

36 Surah An-Naba Ayat 36 ⬇️
جَزَاۤءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابًاۙ
📘 Cara Baca:
jazā`am mir rabbika 'aṭā`an ḥisābā
Arti Terjemahan Indonesia:
Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
جزاء
sebagai balasan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Maf'ūl Mutlaq (menjelaskan jenis)
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Maf'ūl Lahu/Maf'ūl Mutlaq.
Akar Kata: ج ز ي
من
dari
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Jarr.
Akar Kata: م ن ن
ربك
Tuhanmu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Mufrad, Ma'rifat
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Kasrah
Penjelasan: Kāf (كَ) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: ر ب ب - ك
عطاء
pemberian
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Badal
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Badal dari جَزَآءً.
Akar Kata: ع ط و
حسابا
yang banyak
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar/Ṣifah
Kedudukan: Na'at (Sifat)
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Na'at bagi عَطَآءً.
Akar Kata: ح س ب
🔤 Analisis Ilal & Idgham (Morfologi):
Isim • عَطَاءً • Shorof
عَطَاءً berasal dari akar kata ع ط و. Bentuk aslinya adalah عَطَاوٌ, merupakan Isim Naqish Wāwiy.

➡️ Mekanisme: Ibdāl

➡️ Bertujuan untuk memperingan dan mempermudah pelafalan kata dalam bahasa Arab tanpa mengubah makna aslinya.

📝 Penjelasan: Ibdāl Hamzah: Huruf wāw (و) di akhir kata diubah menjadi hamzah (ء) karena terletak setelah alif za'idah (hukum Isim Masdar).
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Mubālaghah
Pernyataan **ʻaṭā`an ḥisābā (karunia yang cukup berlimpah)** adalah *Mubālaghah* (hiperbola) yang menunjukkan pemberian tanpa batas dari Allah.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Sebagai balasan dari Tuhanmu dan karunia yang cukup banyak.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Jazā’am mir rabbika ‘aṭā’an ḥisābā" berarti **Sebagai balasan dari Tuhanmu dan karunia** (*‘aṭā’an*) **yang cukup banyak** (*ḥisābā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *ḥisābā* berarti cukup, melimpah, atau sesuai dengan amalnya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa kenikmatan ini adalah karunia melebihi amal mereka. Al-Baidhawi menguraikan bahwa balasan ini adil dan melimpah. Al-Alusi menekankan bahwa *‘aṭā’an ḥisābā* adalah janji Allah yang pasti dipenuhi. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *‘aṭā’an ḥisābā* sebagai rezeki yang tidak terbatas.