IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat An-Naba Ayat 35

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat An-Naba Ayat 35

35 Surah An-Naba Ayat 35 ⬇️
لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا كِذَّابًا
📘 Cara Baca:
lā yasma'ụna fīhā lagwaw wa lā kiżżābā
Arti Terjemahan Indonesia:
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta.
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
لا
mereka tidak
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf Nafy
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Huruf Nafy.
Akar Kata: ل ا
يسمعون
mendengar
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Khobar
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Nūn
Penjelasan: Khobar kedua bagi إِنَّ (ayat 31). Wāwu (و) Fā'il.
Akar Kata: س م ع
فيها
di dalamnya
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Jār Majrūr
I'rab & Tanda: Majrur dengan Sukun
Penjelasan: Jār (فِي) dan Majrūr (هَا).
Akar Kata: ف ي ي - ه ا
لغوا
perkataan sia-sia
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari يَسْمَعُونَ.
Akar Kata: ل غ و
ولا
dan tidak pula
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: N/A
Kedudukan: Ḥarf 'Aṭaf
I'rab & Tanda: Mabni atas Sukun
Penjelasan: Wawu 'Aṭaf dan Lā Nafy.
Akar Kata: و - ل ا
كذابا
dusta
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Maṣdar
Kedudukan: Ma'ṭūf
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Di-Aṭaf-kan kepada لَغْوًا.
Akar Kata: ك ذ ب
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Badi' - Ṭibāq (Muqābalah) wa Nafyu
Ayat ini adalah *Muqābalah* (kontras) dengan kondisi orang durhaka (Ayat 28). *Nafyu* (penolakan): di Surga tidak ada **perkataan sia-sia (laghwan)** dan tidak ada **dustalah (kidzdzābā)**.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan sia-sia dan tidak (pula) dusta.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Lā yasma‘ūna fīhā laghwaw wa lā kidzdzābā" adalah kesempurnaan Surga: **Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan sia-sia** (*laghwā*) **dan tidak (pula) dusta** (*kidzdzābā*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *laghwā* adalah perkataan yang tidak bermanfaat, dan *kidzdzābā* adalah kebohongan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa Surga bebas dari segala yang mengganggu ketenangan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah kenikmatan non-fisik berupa ketenangan batin. Al-Alusi menekankan bahwa Surga adalah tempat kesucian dan kebenaran. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan ayat ini sebagai suasana Surga yang damai dan terhormat.