(Yaitu) kebun-kebun dan buah anggur.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Ḥadā’iqa wa a‘nābā" adalah rincian *mafāzā*: **(Yaitu) kebun-kebun** (*ḥadā’iqa*) **dan buah anggur** (*a‘nābā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *ḥadā’iqa* adalah kebun-kebun yang indah. Al-Qurthubi menambahkan bahwa anggur adalah buah yang paling mulia. Al-Baidhawi menguraikan bahwa kenikmatan Surga berupa keindahan alam dan buah-buahan yang sempurna. Al-Alusi menekankan bahwa kenikmatan ini adalah kontras dengan *ḥamīm* dan *ghassāq* di Neraka. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan ini sebagai kenikmatan indrawi yang sempurna di Surga.