Dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wa banainā fauqakum sab‘an syidādā" adalah bukti kekuasaan di atas: **Dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh** (*sab‘an syidādā*). Ath-Thabari menerangkan bahwa *syidādā* berarti kuat, kokoh, dan rapi tanpa tiang. Al-Qurthubi menambahkan bahwa penciptaan langit yang kokoh tanpa penyangga adalah mukjizat besar. Al-Baidhawi menguraikan bahwa angka tujuh menunjukkan kesempurnaan ciptaan. Al-Alusi menekankan bahwa keagungan penciptaan langit membuktikan kemampuan Allah membangkitkan. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan *sab‘an syidādā* sebagai struktur kosmik yang mengagumkan.