IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Al-Mursalat Ayat 34

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Al-Mursalat Ayat 34

34 Surah Al-Mursalat Ayat 34 ⬇️
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ
📘 Cara Baca:
wailuy yauma`iżil lil-mukażżibīn
Arti Terjemahan Indonesia:
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
ويل
Celakalah
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Nakirah, Mudzakkar, Mufrad, Marfū'
Kedudukan: Mubtada'
I'rab & Tanda: Marfū' bi aḍ-Ḍammah
Penjelasan: Mubtada'
Akar Kata: و ي ل
يom
pada hari
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ma'rifah (Idhāfah), Mudzakkar, Mufrad, Manṣūb
Kedudukan: Ẓarf Zamān
I'rab & Tanda: Manṣūb bi al-Fatḥah
Penjelasan: Mudhāf
Akar Kata: ي و م
ئذ
itu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ma'rifah, Mufrad, Majrūr
Kedudukan: Mudhāf ilaih
I'rab & Tanda: Majrūr bi al-Kasrah
Penjelasan: Tanwīn Iwaḍ (pengganti jumlah)
Akar Kata: إ ذ
لـ
bagi
Huruf
Kategori: Huruf
Bentuk Kata: Jarr
Kedudukan: Ḥarf Jarr
I'rab & Tanda: Mabnī 'ala al-Kasr
Penjelasan: Huruf Jarr
Akar Kata: ل
المكذبين
orang-orang yang mendustakan
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ma'rifah, Mudzakkar, Jamak, Majrūr
Kedudukan: Isim Majrūr
I'rab & Tanda: Majrūr bi al-Yā'
Penjelasan: Jamak Mudzakkar Sālim
Akar Kata: ك ذ ب
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Ma'ani - Takrīr (Pengulangan) wa Waiʻd
Pengulangan ancaman kelima.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.

Penjelasan Detail:

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wailuy yawma’idzil lil-mukadzdzibīn" adalah pengulangan ancaman kelima: **Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan**. Ath-Thabari menerangkan bahwa pengulangan ini menyusul deskripsi azab api Neraka. Al-Qurthubi menambahkan bahwa mendustakan azab yang sedemikian dahsyat adalah kebodohan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah penegasan konsekuensi dari kedustaan. Al-Alusi menekankan bahwa ancaman ini adalah peringatan terakhir. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pengulangan ini sebagai kesimpulan logis dari penolakan mereka.