Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Wailuy yawma’idzil lil-mukadzdzibīn" adalah pengulangan ancaman kelima: **Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan**. Ath-Thabari menerangkan bahwa pengulangan ini menyusul deskripsi azab api Neraka. Al-Qurthubi menambahkan bahwa mendustakan azab yang sedemikian dahsyat adalah kebodohan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah penegasan konsekuensi dari kedustaan. Al-Alusi menekankan bahwa ancaman ini adalah peringatan terakhir. Sayyid Quthb (Fi Zhilal) menafsirkan pengulangan ini sebagai kesimpulan logis dari penolakan mereka.