Seakan-akan ia (bunga api) itu iringan unta yang kuning.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Ka annahū jimālatun ṣufr" berarti **Seakan-akan ia (bunga api) itu iringan unta yang kuning** (*jimālatun ṣufr*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa bunga api itu berwarna kuning seperti iringan unta yang berwarna hitam kekuningan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa unta yang berbaris menunjukkan jumlah yang banyak dan ukuran yang besar. Al-Baidhawi menguraikan bahwa warna kuning api menunjukkan panas yang ekstrem. Al-Alusi menekankan visualisasi yang mengerikan bagi orang Arab. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *jimālatun ṣufr* sebagai pemandangan yang menakutkan dan mengancam.