Inilah hari ketika mereka tidak dapat berbicara.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Hādzā yawmu lā yanṭiqūn" berarti **Inilah hari ketika mereka tidak dapat berbicara** (*lā yanṭiqūn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa ini adalah momen ketika mereka dilarang berbicara karena tidak ada alasan yang dapat mereka sampaikan. Al-Qurthubi menambahkan bahwa larangan berbicara adalah azab psikologis yang menghinakan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa keheningan ini adalah bentuk hukuman. Al-Alusi menekankan bahwa Allah mencabut hak mereka untuk membela diri. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *lā yanṭiqūn* sebagai penegasan bahwa semua alasan telah tertutup.