Celakalah pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan.
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa "Wailuy yawma’idzil lil-mukadzdzibīn" adalah ancaman yang diulang-ulang: **Celakalah** (*Wailu*) **pada hari itu, bagi orang-orang yang mendustakan** (*al-mukadzdzibīn*). Ibnu Katsir menerangkan bahwa *Wailu* adalah lembah di Neraka atau kehancuran. Al-Qurthubi menambahkan bahwa *al-mukadzdzibīn* adalah mereka yang mendustakan Hari Pembalasan. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah azab yang menanti mereka. Al-Alusi menekankan bahwa pengulangan ini berfungsi sebagai penekanan. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menafsirkan *Wailu* sebagai azab yang amat pedih.