Lalu, Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Fa ja‘ala minhu az-zaujainidz-dzakar wal-untṡā" adalah hasil akhir penciptaan. Dari asal yang hina, Allah menciptakan keberagaman gender. **Az-zaujainidz-dzakar wal-untṡā** (sepasang laki-laki dan perempuan) menunjukkan kesempurnaan dan kebijaksanaan dalam penciptaan.
---
Ayat ini membuktikan bahwa Tuhan yang mampu melakukan semua tahapan penciptaan yang rumit ini **pasti mampu menghidupkan kembali** orang mati dan menghisab mereka.