Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dia kerjakan dan apa yang dia tinggalkan.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa "Yunabba’ul-insānu yauma’idzim bimā qaddama wa akhkhar" adalah inti dari Hari Perhitungan. **Bimā qaddama** (apa yang dia kerjakan/dahulukan) merujuk pada semua perbuatan baik dan buruk yang telah ia lakukan selama hidup.
---
**Wa akhkhar** (dan apa yang dia tinggalkan) memiliki dua tafsir utama: 1) Dosa yang ia tinggalkan/tunda untuk bertobat; 2) Pengaruh buruk atau baik yang ia tinggalkan di dunia (*sunnah sayyi’ah atau sunnah hasanah*). Intinya adalah tidak ada satu pun amal perbuatan atau dampaknya yang luput dari perhitungan.