Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Bumi bersaksi dan memberikan laporan atas semua perbuatan yang terjadi di atasnya.
Imam Ath-Thabari memaparkan bahwa bumi menceritakan beritanya (tuhadditsu akhbaarahaa) melalui lisan yang diciptakan Allah padanya, atau dengan keluarnya apa yang tersimpan di dalamnya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa bumi akan bersaksi tentang semua perbuatan baik dan buruk yang dilakukan manusia di atas permukaannya. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa persaksian bumi adalah salah satu bentuk keadilan Allah dalam pengadilan akhirat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa bumi berbicara karena telah menerima wahyu atau izin khusus dari Allah (awha lahaa).