IrabQuran.com

ID
Thumbnail Surat Az-Zalzalah Ayat 4

Belajar I'rab Al-Qur'an Surat Az-Zalzalah Ayat 4

4 Surah Az-Zalzalah Ayat 4 ⬇️
يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ
📘 Cara Baca:
yauma`iżin tuḥaddiṡu akhbārahā
Arti Terjemahan Indonesia:
Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,
Klik atau sorot box/kotak di bawah ini untuk mengetahui i'rab al-qur'an per kata
📝 Analisis I'rab Per Kata (Infleksi):
يومئذ
Pada hari itu
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Ẓarf Zamān
Kedudukan: Maf'ūl Fīh
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Keterangan waktu (Jawaban dari إِذَا).
Akar Kata: ي و م - إ ذ
تحدث
ia menyampaikan
Fi'il
Kategori: Fi'il
Bentuk Kata: Muḍāri'
Kedudukan: Khobar dari Mubtada' Muqaddar
I'rab & Tanda: Marfu' dengan Dhommah
Penjelasan: Khobar dari Mubtada' (هي/Bumi) yang diperkirakan.
Akar Kata: ح د ث
أخبارها
berita-beritanya
Isim
Kategori: Isim
Bentuk Kata: Jamak Taksir
Kedudukan: Maf'ūl Bih
I'rab & Tanda: Manshub dengan Fathah
Penjelasan: Objek dari تُحَدِّثُ. Hā' (هَا) Muḍāf Ilaih.
Akar Kata: خ ب ر - ه ا
📚 Analisis Struktural Per Kalimat / Frasa :
Tipe Analisis: Kata
يَوْمَئِذٍ (Pada hari itu)
Tipe Analisis: Kalimat
تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (Bumi menyampaikan beritanya)
Kalimat: Jumlah Fi'liyyah - Jawāb al-Sharṭ (Jawaban Syarat) bagi Idhā (Ayat 1). Fā'il (هي /bumi) Mustatir (Tersembunyi). Akhbārahā: Maf'ūl Bih.
✨ Analisis Balaghah (Retorika) :
Bayan - Istia'arah Makniyyah
Bumi digambarkan (**تُحَدِّثُ / tuḥadditsu / menceritakan**) seolah-olah memiliki kemampuan bicara seperti manusia. Ini adalah *Istia'arah Makniyyah* yang melambangkan bahwa semua perbuatan yang dilakukan di atas bumi akan menjadi saksi yang tak terbantahkan.
📘
Tafsir Mu'tabar
Powered by Islamic Sources
Ringkasan Tafsir:

Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Bumi bersaksi dan memberikan laporan atas semua perbuatan yang terjadi di atasnya.

Penjelasan Detail:

Imam Ath-Thabari memaparkan bahwa bumi menceritakan beritanya (tuhadditsu akhbaarahaa) melalui lisan yang diciptakan Allah padanya, atau dengan keluarnya apa yang tersimpan di dalamnya. Al-Qurthubi menambahkan bahwa bumi akan bersaksi tentang semua perbuatan baik dan buruk yang dilakukan manusia di atas permukaannya. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa persaksian bumi adalah salah satu bentuk keadilan Allah dalam pengadilan akhirat. Al-Baidhawi menguraikan bahwa bumi berbicara karena telah menerima wahyu atau izin khusus dari Allah (awha lahaa).