Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Pengingat akan asal-usul manusia yang lemah sebagai dasar kerendahan hati dan pengakuan akan kekuasaan Allah.
Imam Ibnu Katsir memaparkan bahwa "khalaqal insaana min 'alaq" (menciptakan manusia dari segumpal darah) merujuk pada salah satu tahapan penciptaan manusia di dalam rahim. Ath-Thabari menjelaskan bahwa kata "'alaq" berarti sesuatu yang bergantung atau segumpal darah yang menempel di dinding rahim. Imam Al-Qurthubi menambahkan bahwa penyebutan asal-usul yang rendah ini dimaksudkan agar manusia tidak sombong dan selalu mengingat kekuasaan Penciptanya. Al-Baidhawi menguraikan bahwa ini adalah bukti nyata kekuasaan Allah yang mampu menjadikan makhluk sempurna dari substansi yang remeh. Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menekankan bahwa ilmuwan yang hebat pun harus mengakui bahwa ia berasal dari permulaan yang sangat sederhana.